Thursday, August 13, 2015

Review Oli Shell Advance Ultra 10w40 pada Yamaha YZF-R15

Odometer pada Moni milik acr sudah menunjukkan 3000km, oli terakhir diganti saat service gratis pertama kurang lebih pada km 800an. Karena service gratis kedua sampai keempat tidak mendapatkan oli gratis, acr pun memutuskan untuk membeli oli  brand luar, sekalian membandingkan peforma pada motor yang sebelumnya menggunakan oli bawaan dealer ketika acr bawa pulang kampung, baru 40km peforma sudah drop. Tanpa basa-basi langsung saja acr bbm bengkel specialis motor sport dan moge langganan yaitu Aura Racing Motosport milik teman acr. Acr diberi rekomendasi Amsoil dan shell ultra, acr tanya lagi yang mana diantara kedua itu yang lebih bagus, dan Shell Ultra lah yang lebih bagus.

Sore hari sepulang kerja acr langsung berangkat ke bengkel dan untung belum tutup, hehe. Acr dongkrak motor dan menghampiri bro Dona, (parter kerja dari pemilik bengkel ini) memintanya untuk mengganti oli motor acr. Setelah mesin dingin, baut tutup oli pun dibuka, cuuuurr.. oli hitam pekat keluar dari mesin Yamaha R15. Setelah dibersihkan menggunakan kompresor agar semua oli keluar, lubang pembuangan pun ditutup dan oli Shell Advance Ultra dituangkan kedalam blok mesin. 

Setelah oli diganti
10 menit ganti oli beres, lalu acr membayar oli tersebut dengan harga 165ribu, cukup mahal atau mungkin sangat mahal, hehehe tapi sesuai dengan kualitas oli tersebut. Sembari beristirahat, acr memperhatikan teman acr bernama bro Abie yang kebetulan juga disana sedang berusaha keras mencabuti paku yang tertancap di ban CBR 250R miliknya. 

Setelah semua dirasa cukup, akhirnya acr bergegas meinggalkan bengkel karena akan membeli keperluan pribadi. Acr menghampiri moni,memutar kunci kontak dan stater.. Brrrr... suara mesin sangat halus, digeber posisi netral sampai RPM 8000 pun getaran masih terasa halus. Keesokan harinya setelah motor dipanaskan,  ketika acr akan berangkat kerja melewati jalan-jalan di perumahan gigi 1 terasa lebih panjang, gigi 2 dan 3 pun terasa demikian, mungkin ini yang dimaksud embel2 "dengarkan tarikannya" hehehe.. Untuk jarak jauh acr belum pernah mencobanya, rencana besok pagi acr akan pulang ke kampung yang jaraknya kurang lebih 90km, doakan agar selamat brosis. Sekian dari ACR

Saturday, July 25, 2015

Kehilangan Traksi, R15 Ndlosor dan Dilindas Toyota Hilux

Nasib malang menimpa salah seorang teman acr dari Komunitas Yamaha R15 Bali, doi bernama Bro Arya. Kejadian itu terjadi pada 14 Juli 2015 kemarin, doi menuturkan via BBM saat ia berkendara dari Petang, Badung menuju rumah, doi sempat menikung kecil namun ban depan kehilangan traksi atau selip menyebabkan doi kehilangan kendali dan terjatuh. Tidak berhenti disitu saja, motor dan rider terseret di atas aspal akibat gaya yang dihasilkan saat melaju tadi. Dari arah berlawanan muncul sebuah mobil Toyota Hilux yang langsung dihantam oleh R15, motor sempat mengganjal mobil tersebut dan akhirnya terlindas sebelum akhirnya doi masuk ke bawah kolong mobil seberat kurang lebih 1.8 ton tersebut. 

Dalam kejadian tersebut Bro Arya mengalami patah tulang paha kanan besar dan kecil dan menjalankan operasi pada Hari Sabtu lalu, kini kondisinya sudah berangsur membaik dan bisa beristirahat di rumah. Berikut adalah kondisi Yamaha R15 Bro Arya setelah mengalami kecelakaan tersebut :

Foto Depan
Foto Samping
Fairing depan hancur dan sama sekali sudah tidak berbentuk lagi, terlihat sepion kanan yang masih utuh. Stang, speedometer, radiator juga hancur tergilas dan yang paling membuat acr syok adalah tangki, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan sepertinya sudah tidak bisa diketok magic lagi, belum lagi fuelpump yang terdapat di dalamnya. Estimasi untuk memperbaiki motor milik Bro Arya ini mungkin sekitar 8-10 juta, namun yang menyedihkan doi merencanakan untuk menjual motor ini setelah diperbaiki.

Pelajaran untuk kita semua, baik ngebut atau tidak musibah memang bisa menimpa kapan saja saat berkendara, ada baiknya kita juga tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara plus tetap menerapkan safety riding untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan. Sekian dari acr.

Saturday, July 11, 2015

Memodifikasi Yamaha R25 - Stage 1

David, ialah salah seorang teman acr baru saja meminang Yamaha YZF-R25 beberapa hari lalu dan meminta acr untuk mengantar doi memodifikasi motornya. Sebagai langkah awal bro David ingin mengganti sektor pembuangan gas alias knalpot. Awalnya bro David ingin mengaplikasikan knalpot Akrapovic untuk R25 miliknya namun saat itu stok sedang kosong di seputaran Denpasar. Setelah keliling dan tidak menemukan apa yang dicari, Pro Speed MF series full system pun menjadi alternatif. Setelah tawar-menawar, knalpot tersebut ditembus seharga 3.3 juta rupiah dan motor siap dieksekusi.

Prosesi Pemasangan Knalpot
Pengaplikasian knalpot berlangsung sekitar 30 menit, semua PnP alias tinggal plek. Model knalpot tersebut adalah memiliki header yang berukuran pendek, sehingga muffler berada dibawah foostep layaknya Yamaha R6 dan Yamaha R125. Suara yang dihasilkan tergolong keras, ngebass namun tidak pecah, berbeda dengan Yoshimura yang yang bersuara lebih halus. Knalpot pun sudah terpasang, bro David meminta acr untuk mengetes motor miliknya.

Video bisa dilihat di Facebook acr : https://www.facebook.com/video.php?v=878747732184411

Karena budget doi masih ada tersisa, bro David meminta usul acr untuk memilih pengaplikasian apa yang bagus selanjutnya. Acr pun mengusulkan untuk mengaplikasian Frame Slider yang ditebus seharga 700 ribu rupiah, karena fungsinya sangat penting bagi motor sport ber-fairing ketika motor terjatuh, sehingga fairing tidak langsung terbentur tanah.

Frame Slider
Sekian artikel berjudul "Memodifikasi Yamaha R25 - Stage 1" Stage 2 akan menyusul.

Repaint Helm KYT RC7 Menggunakan Pylox

Yamaha YZF-R15 Tech3 Livery sudah di rumah (baca disini), namun kurang cocok rasanya jika helm bawaannya warna putih. Awalnya acr ingin membeli helm baru berwarna hitam, namun budget tidak memungkinkan dan inilah yang menjadi alternatif, yaitu acr berinisiatif untuk me-repaint helm kyt rc7 milik acr yang sudah lama tidak acr gunakan semenjak si blacky terjual. Kyt rc7 yang awalnya berwarna abu-abu acr ubah menjadi hitam doff + logo monster energy.

"SHOEI" hanya sticker
Bermodalkan stiker sticker Monster Energy, cat semprot polox, clear dan nekat, acr pun memulai proses pengecatan dengan melepas semua bagian helm mulai dari gabus, busa, kaca, air scoop dan memulai tahap awal yaitu pengamplasan. Acr tidak sempat mengabadikan moment saat pengamplasan namun langsung ke pengacatan.

Stiker SHOEI acr ganti menjadi Arai.

Sembari mengecat acr ditemani salah seekor anjing piaraan acr.

Air scoop.

Proses pengecatan terbilang berlangsung hanya sekitar 4 jam. Langkah pertama acr mengecat dasar sampai semua bagian tertutupi, tunggu hingga cat setengah kering, kemudian acr cat kembali sebagai lapisan kedua dan acr tunggu hingga benar-benar kering. Setelah kering acr pasang sticker monster dan merk helm dan langsung memulai proses pernish menggunakan clear merk pylox juga. Tahap ini acr lakukan hingga 3 lapis pernish agar cat terlindungi dan tidak mudah pudar. Karena hari sudah malam, acr gantung helm tersebut dan tidur sambil menunggu matahari terbit.

Tahap terakhir yaitu adalah memasang kembali air scoop, gabus, busa spon, kaca dan komponen lainnya. Dan akhirnya, taraaa..Kyt rc7 black matte selesai.

Hasil final
Ini bisa jadi solusi bagi sahabat acr yang ingin me-repaint helm kesayangan. Sekian dari acr, smoga bermanfaat :)

Pengalaman Pindah Tunggangan dari Vixion ke R15

Acr mau curhat dikit Setelah terjualnya blacky (2009 Yamaha Vixion milik acr) acr sempat menggunakan Vario 125Fi milik Ayah acr selama beberapa bulan sambil memikirkan motor apa yang akan acr pinang selanjutnya. Awalnya acr ingin meminang Ninja 250R second namun mengingat acr masih kuliah dan pasti banyak pengeluaran, acr mengurungkan niat tersebut. Setelah berpikir cukup panjang hampir setengah tahun, akhirnya Emak acr mengusulkan Yamaha R15 saja, karena basicnya mirip-mirip seperti vixion jadi lebih mudah dan murah merawatnya ketimbang membeli motor dengan kapasitas lebih besar.

Pertengahan bulan Mei 2015 acr bersama Emak acr pergi ke Dealer Yamaha di dekat rumah acr, awalnya ingin memesan R15 warna merah, namun karena stock kosong dan acr juga males buat indent, R15 Tech 3 Livery yang acr pesan, walaupun harganya 600ribu lebih mahal dari livery yang biasa. Siang mesan sore motor sudah datang ternyata, wkwkwkkw. Ini dia Yamaha YZF-R15 Tech3 Monster Energy, ace beri nama Moni (MOnster eNergI) biar imut-imut gimana gitu.

Moni
Acr gak test ride,  udah tau karakter R15 kayak gimana karena sudah sering pinjem R15 milik teman ACR. Karena plat nomor belum keluar acr sempat 2x gonta-ganti no plat pakai plat nomor milik motor tetangga. wkkwkw, Ke kampus dan kerja yang menuntut acr untuk melakukan hal tersebut.
Sekian dari acr, tunggu artikel selanjutnya.

Sunday, June 14, 2015

Akrapovic Lozenzo Purbalingga pada 2002 Yamaha R1, Ngeriii. ada apinya!

Beberapa waktu lalu saat acr pulang kerja, acr mampir di bengkel Aura Racing Motosport temen milik teman acr, terlihat ada sesosok sepeda motor dengan body khas tahun 90an-2000 awal. acr sempat mengira itu Yamaha R6 lawas, ternyata saat didekati itu adalah 2002 Yamaha R1. Walaupun sudah agak berumur, ternyata motor ini masih terawat. Motor ini adalah milik salah satu customer yang minta di  Check-up. Berikut penampakannya :

R1 lagi sebelahan sama Ninja 250Fi

Angle depan

Side View

Terlihat jelas ukurannya lebih panjang daripada moge-moge sport jaman sekarang, terutama pada bagian buritan. Acr sempat duduk diatasnya, dan ternyata? seat heightnya lebih tinggi sedikit dibanding R1 keluaran 2009 keatas. Bisa dibilang tinggi joknya setara dengan Yamaha R6. Acr yang tingginya 174cm jinjit setengah, weh. Karena hari sudah sore, dan bengkel juga sudah mau tutup. Akhirnya acr minta ijin sama mas Wanto Kuswanto owner dari bengkel tersebut untuk besok harinya acr nongkrong di bengkelnya mumpung acr juga libur. Akhirnya R1 tersebut dimasukkan ke bengkel untuk check-up besok harinya.


2 buah Suzuki GSXR600


Terlihat pula di dalam bengkel terdapat 2 buah motor  supersport dari suzuki, yaitu  GSXR600 dan Honda CBR 150R thailand yang juga lagi opname entah kenapa acr tak tahu juga.

Pantat-pantat yang seksi
Keesokan harinya, acr berangkat ke bengkel tersebut pukul 10 siang. Bengkel masih sepi karena baru 1 jam buka. Akhirnya acr putuskan buat poto-poto dulu deh. 

Dashboard GSXR600



Ternyata GSXR600 ceper, kedua kaki acr menapak dengan sangat sempurna di tanah. Kini saatnya kembali ke judul, R1 tersebut akhirnya di check up semua bagian dan komponen di cek seperti  service motor pada umumnya. Namun acr baru sadar, ternyata knalpot akrapovic yang terpasang di motor ini adalah buatan purbalingga. Setelah chek sana sini dan ganti oli, akhirnya nih motor dinyalakan, wuiih.. suaranya ngeriii... Kalo mau nonton bisa  klik di link ini : 


Tenang aja, no spam kok. Ini link ke video yang ada di album facebook acr, dan ini adalah screenschoot dari videonya : 


Itu terjadi sepersekian detik. Maaf kalau videonya tidak bagus, karena acr ngerekam sambil nutup telinga. hehehe.. sekian dari ACR.

Thursday, June 11, 2015

Baru beli 1 minggu, sein Yamaha R15 digrogotin anjing piaraan.!

Kisah sedih menghampiri ACR, Yamaha R15 yang baru turun di rumah  seminggu yang lalu, sein depan kiri digrogotin sama anjing piaraan ACR.! Gara-gara motor tak parkir di halaman semaleman, sein motor pun jadi mainan anjing piaraan yang tergolong masih anak-anak ini.
Kiri, adalah sein motor ACR yang digrogotin oleh anjing piaraan ACR (kanan). Entah yang mana pelakunya, yang jelas ini sudah resiko punya piaraan. Untung  cuma baret-baret aja, gak sampe putus. Buat yang punya piaraan di rumah sebaiknya dijaga biar gak berbuat hal-hal macam ini.
Sekian dari acr. T.T


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...